Acungan Jempol Buat Timnas Merah Putih
Acungan jempol patut kita acungkan buat perjuangan tim nasional merah putih
pada laga hari Sabtu malam kemaren. Meskipun akhirnya kalah 1-2 dari Arab Saudi
di penghujung pertandingan, rasanya kebanggaan harus selalu tetap ada di hati
kita. Bayangkan saja,
sepanjang 2 x 45 menit, anak asuh Ivan Kolev tersebut bermain penuh semangat
dan determinasi.
Saya turut terharu pas nonton di stadion kemaren, hiks Indonesia … atau Indonesia ,
:P. Rasa haru saya menjadi-jadi kala kita berhasil mencetak gol melalui Elie
Eboy. Apalagi, teriakan-teriakan dan yel-yel yang mengumandangkan nama …Indonesia
Indonesia
ayo ayo ayo
sore ini kita harus menang… disertai gemuruh genderang dan tepuk tangan terus
bertautan di GBK. Tapi saya jg minta maaf kemaren pada seorang fans yang kepalanya
kena ayunan tangan kananku karena nggak sengaja ya, pas ada gerakan di GBK
mengangkat tangan untuk masuk TV :P.
Sayang, sepanjang pertandingan, menurut
kacamata saya, tim kita banyak mengalami kerugian dari keputusan-keputusan
wasit asal UEA – hehe nyalahin wasit ah :D. Bukti kecil nih, anak kecil yang
duduk di atas saya saja sampai jelek-jelekin wasit, eh diajarin sapa kamu nak, kok wasit botak wasit botak, wasit goblok2….:P
Bahkan, ternyata tidak hanya saya yang
kecewa, Bapak Presiden kita yang menyaksikan langsung di stadion, pun mengungkapkan
rasa kecewanya, tak tanggung-tanggung, kabarnya beliau menulis tulisan semoga
disampaikan ke AFC – ada kop Republik Indonesianya lagi.
AFC terhadap wasit terkesan bisa membuat
Terang aja memang kita banyak yang menilai negatif. Pasalnya, penunjukkan
pertandingan berat sebelah. Apalagi, kalau asal negara dari wasit adalah UEA,
notabene bertetangga dengan Arab Saudi, tentu saja ini memudahkan komunikasi
antara wasit dan pemain Arab – kalau soal wasit saya kembalikan juga
pendapatnya pada temen-temen.
Namun, semuanya sudah terjadi. Itulah
sepakbola, pasti ada kalah,menang ataupun seri. Yang terpenting dari
pertandingan kemaren adalah, nilai plus permainan kita sudah saya anggap naik. Bermain
cepat dan determinasi tinggi, mungkin fisik perlu dibenahi lagi.
Selain itu, semangat kebersamaan tinggi pun
terlihat di stadion yang sempat mengalami mati lampu ketika berlangsungnya
pertandingan antara Arab vs Korsel itu. Ini bukti, bahwa negeri kita adalah
kaya keragaman yang ternyata dapat disatukan oleh sebuah turnamen besar seperti
Piala Asia.
Dan sekarang yang ada adalah, kita berdoa Bahrain – tim
dan berharap timnas kita mampu meraih hasil lebih positif lagi kala jumpa tim
kuat lainnya, Korea Selatan hari Rabu ini di GBK. Apalagi, semalam Korsel ditekuk
yang pernah kita kalahkan di laga pertama. Yuk kita ngeluruk ke Senayan Lagi
!!!. Bravo Timnas.
http://pssi-football.com