Archive for July, 2007

Pelajaran Berharga Bagi Kita Semua

Wednesday, July 18th, 2007

Sbybola
Usai sudah perjuangan tim merah putih di kancah Piala Asia 2007. Tim asuhan Ivan Kolev itu harus memupus harapan mencetak sejarah untuk lolos ke perempatfinal usai mengakui keunggulan salah satu macan Asia, Korea Selatan 0-1 di laga terakhir tadi malam.

Tidak ada yang pantas dipersalahkan dari kegagalan tim kita. Justru, ini adalah awal dari sebuah perjalanan penting era baru sepakbola kita. Semalam, punggawa merah putih telah berjuang ekstra sekuat tenaga hingga menit akhir pertandingan.

Dukungan sekitar 90ribu suporter termasuk saya yang datang agak telat karena jam pulang kantor pukul 5 sore, plus kehadiran Bapak Presiden dan Ibu Yudhoyono bersama beberapa menteri, pun turut menjadi magic bagi perjuangan Ponaryo Astaman dkk di stadion Gelora Bung Karno.

Meskipun kalah, dari tiga laga timnas, aq rasa permainan tim kita semakin meningkat. Ini adalah modal penting untuk menyongsong turnamen berikutnya seperti Sea Games dan Pra Piala Dunia.

Beberapa hal yang perlu dibenahi pun tak lupa harus diperhatikan di masa mendatang. Hal-hal tersebut banyak yang diutarakan oleh rekan-rekan kalangan media dan teman-teman yang berujar di mailling list dan tempat lain. Bravo Merah Putih !!!
————————————————————————————————
Belajar Menjadi Tuan Rumah Yang Baik
————————————————————————————————
1184780514b
Sempat terbayang pada diri pribadi, akan terjadi kerusuhan usai pertandingan lantaran tim kita kalah. Apalagi, sebelum pertandingan digelar, suporter yang tidak kebagian tiket pun berbuat anarki dengan membakar loket-loket di dekat GBK.

Fansedanjewelsamad
Namun, semua itu ternyata tidak terbukti. Bersyukur memang kita semua. Masyarakat kita pun patut diacungi jempol, datang dari berbagai penjuru negeri, mereka berkumpul hanya untuk satu tekad, mendukung tim merah putih. Kalah menang tidak menjadi masalah, yang terpenting adalah semangat untuk bangsa.

Hal ini sekaligus bukti, bahwa sepakbola telah menjadi wadah persatuan bangsa. Atribut klub yang biasa mengitari stadion ketika antar klub bertanding, sejenak sirna oleh lautan manusia berseragam merah putih.

Dan itupun tampak tadi malam.Meskipun ada yang terharu dan menangis usai pertandingan digelar, termasuk saya hiks …:p. Namun, suporter kita menunjukkan pada dunia bahwa kita sanggup menjadi warga yang baik saat menjadi tuan rumah, saat kalah, saat menang dan menghargai perjuangan yang tak kenal lelah dari tim kita.

Bravo Tanah Airku !!!
Semoga Selalu Jaya !!!
Semoga Korupsi di Negeri Ini Segera Berakhir !!!
Semoga Negeri Ini Semakin Maju, tidak Kalah dengan Negara lain !!!

Acungan Jempol Buat Timnas Merah Putih

Sunday, July 15th, 2007

Acungan jempol patut kita acungkan buat perjuangan tim nasional merah putih
pada laga hari Sabtu malam kemaren. Meskipun akhirnya kalah 1-2 dari Arab Saudi
di penghujung pertandingan, rasanya kebanggaan harus selalu tetap ada di hati
kita.
Bayangkan saja,
sepanjang 2 x 45 menit, anak asuh Ivan Kolev tersebut bermain penuh semangat
dan determinasi.

 Saya turut terharu pas nonton di stadion kemaren, hiks
:P. Rasa haru saya menjadi-jadi kala kita berhasil mencetak gol melalui Elie
Eboy. Apalagi, teriakan-teriakan dan yel-yel yang mengumandangkan nama …Indonesia
Indonesia

Indonesia

… atau
ayo ayo ayo

Indonesia

,
sore ini kita harus menang… disertai gemuruh genderang dan tepuk tangan terus
bertautan di GBK. Tapi saya jg minta maaf kemaren pada seorang fans yang kepalanya
kena ayunan tangan kananku karena nggak sengaja ya, pas ada gerakan di GBK
mengangkat tangan untuk masuk TV :P.

Sayang, sepanjang pertandingan, menurut
kacamata saya, tim kita banyak mengalami kerugian dari keputusan-keputusan
wasit asal UEA – hehe nyalahin wasit ah :D. Bukti kecil nih, anak kecil yang
duduk di atas saya saja sampai jelek-jelekin wasit, eh diajarin sapa kamu nak, kok wasit botak wasit botak, wasit goblok2….:P

Bahkan, ternyata tidak hanya saya yang
kecewa, Bapak Presiden kita yang menyaksikan langsung di stadion, pun mengungkapkan
rasa kecewanya, tak tanggung-tanggung, kabarnya beliau menulis tulisan semoga
disampaikan ke AFC – ada kop Republik Indonesianya lagi.


Terang aja memang kita banyak yang menilai negatif. Pasalnya, penunjukkan

AFC

terhadap wasit terkesan bisa membuat
pertandingan berat sebelah. Apalagi, kalau asal negara dari wasit adalah UEA,
notabene bertetangga dengan Arab Saudi, tentu saja ini memudahkan komunikasi
antara wasit dan pemain Arab – kalau soal wasit saya kembalikan juga
pendapatnya pada temen-temen.

Namun, semuanya sudah terjadi. Itulah
sepakbola, pasti ada kalah,menang ataupun seri. Yang terpenting dari
pertandingan kemaren adalah, nilai plus permainan kita sudah saya anggap naik. Bermain
cepat dan determinasi tinggi, mungkin fisik perlu dibenahi lagi.

Selain itu, semangat kebersamaan tinggi pun
terlihat di stadion yang sempat mengalami mati lampu ketika berlangsungnya
pertandingan antara Arab vs Korsel itu. Ini bukti, bahwa negeri kita adalah
kaya keragaman yang ternyata dapat disatukan oleh sebuah turnamen besar seperti
Piala Asia.

Dan sekarang yang ada adalah, kita berdoa
dan berharap timnas kita mampu meraih hasil lebih positif lagi kala jumpa tim
kuat lainnya, Korea Selatan hari Rabu ini di GBK.  Apalagi, semalam Korsel ditekuk

Bahrain

– tim
yang pernah kita kalahkan di laga pertama. Yuk kita ngeluruk ke Senayan Lagi
!!!. Bravo Timnas.

Info Piala Asia:
http://pssi-football.com

Secukil Kisah dari GBK

Tuesday, July 10th, 2007

1184087671b
Secercah harapan kini menaungi kubu timnas Indonesia untuk meraih hasil positif di dua laga berikutnya usai semalam sukses menumbangkan Bahrain 2-1 pada partai pembuka Grup D, Piala Asia 2007 yang berlangsung di stadion Gelora Bung Karno.

Sukses ini juga menjadi pelipur lara bagi negeri kita yang hingga kini terus mendapatkan bencana di sana-sini– yang terbaru tentu saja meletusnya gunung Gamkonora di daerah Maluku Utara serta banjir yang sempat mendera berbagai daerah di negeri ini.

Negeri kita adalah negeri kaya, orang bilang "gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo". Sayang, itu hanyalah sebuah puitis kata-kata yang kalah oleh waktu, dan kalah oleh kegagalan dalam mengurus bangsa ini.

Ok, kita kembali ke lapangan, sebagai warga negara Indonesia, kita tentu bangga timnas kita bisa menang di partai pembuka grup. Apalagi , ini adalah edisi ketiga  tim merah putih turut serta di perhelatan paling akbar negara-negara se-Asia.

Terlepas dari buruknya kinerja panitia, dengan masih banyaknya calon penonton yang nggak kebagian tiket dan nggak bisa masuk plus aksi calo yang mondar-mandir yang mengalikan tiket awal dua sampai tiga kali (daripada nyalo mending jualan atribut timnas seperti kaos, khan lebih halal bung), perjuangan pasukan  Ivan Kolev memang patut diacungi dua jempol.

Sempat saya miris di babak pertama lantaran dua pemain tengah sang Kapten Ponaryo Astaman dan Mahyadi Panggabean harus ditarik ke luar lapangan karena cedera, Syamsul Chaerudin dan Eka Ramdani yang menggantikannya ternyata cukup mumpuni menggempur barisan belakang Bahrain yang semalam cukup tangguh.

Apalagi, sorakan para suporter Indonesia yang tak henti-hentinya menyuarakan yel-yel "Indonesia….Indonesia…Indonesia…" turut membuat seisi Gelora Bung Karno menjadi gemuruh. Saya pun serasa merinding waktu itu di stadion, meskipun tidak berada di stadion selama 90 menit, karena harus maghriban.

Timnas unggul melalui dua gol yang diawali oleh gol Budi Sudarsono di awal babak pertama usai menerima umpan Firman Utina dan gol Bambang Pamungkas hasil rebound tendangan keras lagi-lagi Firman Utina dari luar kotak penalti.

Semoga saja, di dua laga kala bertemu Arab Saudi dan Korea Selatan, timnas kita bisa kembali mendulang kemenangan. Tentu saja, yang perlu dipupuk sekarang adalah masalah mental dan kesiapan fisik para pemain. Terus berjuang Ponaryo dkk, kami di belakangmu. Bravo Timnas..!!!

Link terkait:
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/11/time/092528/idnews/803384/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/11/time/020046/idnews/803322/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/11/time/001750/idnews/803321/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/10/time/192201/idnews/803261/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/10/time/225604/idnews/803313/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/10/time/213733/idnews/803309/
idkanal/73
http://pssi-football.com/id/view_news_111082.php?id=977

Gol:
http://www.youtube.com/v/_selzMPFQoI
http://www.footytube.com/2007/07/11/indonesia-2-1-bahrain/

Antri Tiket, Kok Kebiasaan Ngaret !@?

Sunday, July 8th, 2007

Entah apa yang terjadi dengan negeri ini, tidak di stasiun tidak pula di stadion, ceritanya sama kalau untuk urusan membeli selembar tiket. Ya, kemaren hari minggu, sejak datang jam 9 pagi, aku bersama teman-teman antri untuk mendapatkan tiket untuk partai perdana Indonesia vs Bahrain di Piala Asia selasa nanti– luamanya minta ampun– hingga sekitar pukul 12 siang selesai.

Sebenarnya tidak hanya aku yang mengeluh kemaren, banyak dari pembeli tiket yang antri kemaren juga mengeluhkan pelayanan dari loketing tiket Piala Asia. Bayangkan saja, untuk mengambil saja, harus menunggu sampai berjam-jam.

Apalagi, sistem pengambilan tiket adalah bagian dari lanjutan sistem pemesanan yang sudah aku lakukan bersama teman-teman seminggu sebelumnya.

Untung saja, temen-temen seperjuangan saat mengambil tiket, semuanya sabar-sabar :p. Meskipun, ada yang sempat bilang ”siap jadi tuan rumah nggak sih”, seru salah satu pengantri tiket yang nampaknya sudah kesal waktu itu.

Kalau menurut pandangan saya sendiri, sepertinya hal ini sangat wajar terjadi. La wong, antri tiket kereta api saja bisa bulet-bulet. Apalagi, soal yang seperti itu. Birokrasi yang berbelitkah, atau memang yang seperti iklan itu, hehehe :P

Terlepas dari itu, kemaren aja banyak banget calo-calo yang sudah berkeliaraan di sekitar stadion utama senayan Gelora Bung Karno. Kok, tidak ada penindakannya ya. Semoga negeri ini tambah maju dan semakin hilang dari manusia-manusia yang serakah.amin.

<–> yang antri dari pagi…sampai siang….cpd.

Dari Ricardo Carvalho Hingga Zinedine “Zizou” Zidane

Sunday, July 8th, 2007

Tahun 2007,
sepertinya menjadi tahunnya Indonesia
untuk mempertontonkan diri di mata dunia, bahwa kita sanggup menyuguhkan sebuah
turnamen sepakbola yang berkelas, dimana, partai final dan perebutan tempat
ketiga Piala Asia plus partai penyisihan grup D akan dilangsungkan selama satu
bulan di Gelora Bung Karno dan satu partai di Gelora Jaka Baring, Palembang.

Aroma Piala Asia sendiri sudah sangat terasa beberapa hari ini menjelang kick
off Indonesia vs Bahrain yang akan dilangsungkan pada hari Selasa nanti. Sementara,
laga pembukaan Piala Asia sudah dimainkan di Thailand sabtu kemaren, dengan hasil
1-1 tim gajah putih vs Irak.

Terlepas dari animo masyarakat menyambut pagelaran akbar Piala Asia, dua momen
yang tentu masih diingat oleh kita adalah kedatangan dua bintang sepakbola
dunia. Ya, bek Chelsea dan timnas Portugal, Ricardo Carvalho sudah menyambangi
Indonesia beberapa hari yang lalu, sementara maestro Zinedine Zidane hari jumat
kemaren tiba di Jakarta.

Baik Carvalho maupun Zidane, pada acara kedatangannya di Indonesia terkhusus di
Jakarta, sempat memberikan pelajaran penting bagi para pecinta bola. Kalau
Carvalho fokus pada coaching clinic bersama pemain bertahan Yeyen Tumena, lain
halnya dengan Zidane yang sempat bertemu Presiden SBY di istana negara – Zidane
sempat melakukan atraksi di depan Bapak Presiden serta melakukan beberapa
kunjungan di wilayah sukabumi.

Entah
apakah memang untuk turut menyemarakkan pagelaran Piala Asia ataukah tidak, yang
jelas kedatangan dua bintang sepakbola dunia itu tentu menjadi daya tarik
tersendiri bagi pecinta bola tanah air.

Apalagi, sudah
cukup lama sekali bintang sepakbola dunia tidak hadir ke negeri ini. Tentu
saja, itu tidak terlepas dengan berbagai kondisi pelik yang mendera negeri kita
tercinta selama ini.

Semoga, kedatangan mereka berdua merupakan tonggak hadirnya bintang-bintang
sepakbola yang lain seperti Diego Maradona ataupun yang lain.

 

————————–

————————–

————————– —————–

Senin, 09 Juli 2007,
Selamat Jalan, Adieu, Zizou…
Zinedine Zidane bersama Sekjen PSSI Noegraha Besoes usai bermain futsal di Jakarta kemarin. Adieu (selamat tinggal)...
            JAKARTA
- Kunjungan hari terakhir pemain sepak bola legendaris asal Prancis
Zinedine Zidane kemarin diakhiri bermain sepak bola di lapangan sepak
bola PTIK Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tadi malam Zizou -panggilan populer Zidane- telah kembali ke Prancis bersama ketiga anaknya dan istri tercinta Veronique.

Selama
di Indonesia, ratusan penggemar mantan bintang Real Madrid itu bisa
bertemu langsung mewakili ribuan bahkan mungkin jutaan pecinta bola.
Baik sewaktu di Istana Presiden, saat mengunjungi Desa Cisaat,
Sukabumi, Futsal on The Street, hingga sore tadi di lapangan sepak bola
PTIK.

Dalam kesempatan ramah tamah dengan wartawan di PTIK
kemarin, Zidane menuturkan keinginannya untuk kembali merumput suatu
saat nanti. "Saat ini saya memang masih sangat menikmati pekerjaan
menjadi duta Danone untuk anak-anak. Tapi, saya tidak akan selamanya
bekerja di sini. Tentu suatu saat nanti saya ingin kembali aktif di
sepak bola," tuturnya.

Zidane kembali ke dunia sepak bola tentu
bukan sebagai pemain. Sebab, usianya saat ini 35 tahun. Jika kembali ke
lapangan hijau nanti, Zidane ingin duduk sebagai pelatih. "Untuk
kembali, saya ingin melihat perjalanan waktu terlebih dahulu," katanya.

Sambil
menunggu waktu yang tepat, Zidane kini mencoba untuk total menekuni dan
menyelami pekerjaannya sebagai duta Danone. Karena itu, pemain yang
sukses membawa Prancis merajai Piala Dunia 1998 itu tak berkerut dahi
ketika harus berkumpul dengan orang-orang pelosok dan anak-anak kecil.
Zidane justru antusias untuk bisa lebih dekat dengan mereka. "Saya
ingin terus berbagi ilmu dengan anak-anak. Cara untuk mendekati mereka
tentu dengan menggunakan nama besar saya," ujarnya.

"Selain
berbagi ilmu dengan anak-anak, saya juga cukup antusias untuk
memotivasi masyarakat agar memiliki pendapatan dan kesehatan yang lebih
baik," sambung mantan gelandang Juventus tersebut. Selamat jalan,
Zizou…. (fim)

sumber : indopos
NB : info tentang carvalho disini http://elzafir.wordpress.com/2007/06/30/jumpa-fans-ricardo-carvalho-di-indonesia/

Peduli 7505

Sunday, July 1st, 2007

Semalam nonton Republik Mimpi di Metrotv dengan tema yang mengangkat khusus tentang pendidikan, terutama pembangunan sekolah, nrenyuh hati ini melihat masih banyak teman2 kita yang belum dapat merasakan pendidikan dengan baik,  berikut petikan lengkapnya:

BERBUAT NYATA UNTUK WUJUDKAN MIMPI

Lebih
dari 60 tahun merdeka, nampaknya tidak juga membuat dunia pendidikan
kita semakin baik. Belum lama ini, kita mendengar soal ujian nasional
yang bocor atau sengaja dibocorkan dimana-mana. Kecurangan dalam ujian
itu juga tak kalah banyaknya. Sarana dan prasarana sekolah serta
fasilitas pendidikan di banyak daerah jauh dari kata memadai. Sementara
di pihak lain, pemerintah semangat sekali menaikkan standar kelulusan
dari tahun ke tahun.

Pemerintah
seolah tak sadar, bahwa sebenarnya mereka telah gagal dan tidak lulus
ujian untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi rakyatnya.
Bangunan sekolah yang rusak, buku-buku yang tak mencukupi, rasio jumlah
guru dan murid yang tak berimbang masih menjadi fenomena dunia
pendidikan kita. Namun, pemerintah tetap saja menjadikan nilai ujian
nasional sebagai satu-satunya standar kelulusan bagi siswa.

Apa yang salah dari semua ini? Benarkah sistem
pendidikan kita memang sudah kacau? Atau justru pemerintah tidak pernah
peka melihat kondisi riil di masyarakat? Untuk mencari jawaban atas
pertanyaan itu, Newsdotcom kembali mengajak pejabat Republik Mimpi
untuk turun ke masyarakat tepatnya di sebuah desa di pinggiran
Purwakarta. Bertemu dengan siswa sekolah dasar yang gedung sekolahnya
rubuh. Untuk melihat dengan hati dan mendengar dengan bijak keluhan
mereka atas kondisi pendidikan selama ini.

Kita lihat bersama kondisi pendidikan kita, agar
tumbuh empati atas semua ini. Bukan sekedar baru bisa mimpi tetapi juga
berbuat nyata untuk mewujudkannya.

sumber : http://www.metrotvnews.com/newsdotcom/berita.asp

Program Republik Mimpi Metrotv meluncurkan program kemanusiaandengan
penggalangan donasi melalui SMS 7505 pada tgl 3 Juni 2007 untuk dunia
pendidikan hasil kerjasama dengan Yayasan Nurani Dunia yang dikelola
oleh Imam Prasojo.

Program penggalangan dana kemanusiaan ini sebagai upaya kepedulian
bersama melalui program News Dot Com Republik Mimpi. Penggalangan
donasi menggunakan SMS donasi nasional 7505 yang difasilitasi oleh
Departemen Sosial.

Melalui program ini masyarakat penggemar Republik Mimpi dapat
langsung menyumbang kegiatan sosial kemanusiaan dengan cara sangat
mudah dan dapat dilakukan di manapun berada, cukup ketik
WUJUDKAN(spasi)MIMPI, kirimke 7505. Sekali SMS anda telah menyumbang
maksimal Rp 5000/sms. Tarif sms donasi 7505 adalah Rp 6000. Rp 1000
merupakan biaya kirim sms 2 arah dan biaya pengelolaan content. Khusus
untuk operator XL dan Mobile-8 tarif sms Rp 5000. Semoga dana sosial
yang masyaakat sumbangkan dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan
mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Pemurah. Amiin. (PLSDN)

sumber:http://www.feha.web.id/2007/06/14/program-sosial-republik-mimpi-pada-dunia-pendidikan/
            http://donasi.depsos.go.id/news/gen/46639bd3.htm

Mari bantu wujudkan impian-impian itu.