Archive for December, 2006

Jangan Remehkan Asam Urat

Thursday, December 21st, 2006

Kita mungkin sering mendengar istilah "asam urat". Tapi apa Anda tahu dengan jelas apa yang dimaksud dengan penyakit asam urat dan bagaimana cara pencegahannya?

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan penyakit asam urat (Gout)? Penyakit yang sering disebut penyakit pirai biasanya menyerang sendi dan tendon akibat timbunan kristal urat. Timbunan kristal urat karena deposit asam urat yang lama kelamaan membentuk kristal pada sendi atau tendon yang terkena sehingga mengakibatkan peradangan.

Asam urat merupakan produk akhir dari penghancuran purin, salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Purin juga bisa berasal dari makanan yang kita makan. Umumnya asam urat terdapat dalam darah tetapi dalam jumlah yang normal.

Nilai normal kadar asam urat dalam darah untuk pria dewasa berkisar antara 3,5 - 7,2 mg/dl dan untuk wanita antara 2,6 - 6,0 mg/dl. Pada orang tua nilai normal sedikit lebih tinggi

Bagaimana gejala penyakit asam urat? Serangan gout akut ditandai dengan nyeri yang timbul tiba-tiba, diikuti dengan rasa panas, bengkak, kemerahan, pucat pada sendi yang terkena akibat timbunan kristal urat.

Rasa nyeri yang timbul bisa hebat bahkan hanya dengan sentuhan halus saja penderita sudah merasa nyeri. Nyeri tersebut bisa juga disertai dengan demam pada masa serangan akut. Nyeri ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa jam atau beberapa hari dengan atau tanpa pengobatan.

Sendi pada pangkal ibu jari kaki merupakan tempat yang paling sering terkena pada serangan gout akut. Sendi-sendi yang lain yang terkena meliputi: tumit, lutut, pergelangan tangan, jari-jari dan siku. Pada kasus yang jarang serangan dapat berlangsung dalam beberapa minggu. Pada sebagian besar penderita serangan dapat berulang selama bertahun-tahun.

Penyakit asam urat digolongkan menjadi:
1     Penyakit gout primer
Sebanyak 99% penyebab penyakit gout primer belum diketahui (idiopatik), diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.

2     Penyakit gout sekunder (didapat)
Disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam urat dan berkurangnya pengeluaran asam urat dalam urin. Untuk kasus meningkatnya produksi asam urat, terjadi karena pengaruh makanan dengan kadar purin tinggi. Purin adalah salah satu senyawa basa organik yang menyusun asam nukleat atau asam inti dari sel dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein. Makanan dengan kadar purin tinggi antara lain jeroan, sarden, kerang, bacon, minuman beralkohol. Sementara daging sapi, daging babi, daging ayam / bebek, kepiting, tiram, udang, kacang-kacangan, asparagus, jamur, bayam, melinjo, kadar purinnya moderat.

Selain faktor makanan, penyebab lainnya adalah penyakit darah (penyakit sumsum tulang), obat-obatan, obesitas juga kadar trigliserida yang tinggi.
Berkurangnya pengeluaran asam urat pada urin juga menjadi penyebab penyakit asam urat. Macam-macam faktor mengapa pengeluaran asam urat dalam urin berkurang, misalnya karena obat-obatan, penyakit ginjal, metabolik/endokrin, juga obesitas.

Yang patut diwaspadai dengan kadar asam urat yang tinggi, akan memunculkan berbagai penyakit, seperti arthritis gout (peradangan sendi akibat timbunan kristal urat), batu ginjal, gagal ginjal, penyakit jantung, katarak dan kekeringan mata. Cek kadar asam urat sekarang, jangan sampai terlambat…

sumber:astaga.com   

Menghindari Osteoporosis

Sunday, December 17th, 2006

Osteoporosis sering disebut silent disease. Yap! Karena tak ada gejala-gejala kasat mata yang menyertainya, seringkali penderita tak tahu ia terancam osteoporosis. Ternyata osteoporosis dapat dihindari dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Begini caranya..

Sekitar 80% persen penderita osteoporosis adalah wanita, termasuk wanita muda yang mengalami penghentian siklus menstruasi (amenorrhea). Wanita ini bisa mengalami kerapuhan tulang karena mereka memiliki tingkat estrogen yang lebih rendah, suatu hormon yang membantu menyimpan kalsium. Dan masalah diperparah dengan diet yang tidak cukup nutrisi terutama kalsium.

Umumnya, orang mulai mengalami kerapuhan dan kelemahan tulang pada umur 30 sampai 35. Idealnya, pencegahan osteoporosis sebaiknya dimulai sejak anak-anak. Tetapi tidak masalah berapapun usia Anda kini, Anda masih dapat membuat pilihan makanan dan gaya hidup berbeda untuk menjaga tulang tetap kuat.
Yuk, simak kiat-kiatnya:

1. Cukup asupan kalsium.
Konsumsi kalsium yang disarankan bagi yang berumur 19 sampai 50 tahun adalah 1.000 mg/hari. Diatas 50 tahun dianjurkan 1200 mg/hari. Remaja dan wanita hamil atau menyusui sedikitnya 1.200 mg. The National Institutes of Health menganjurkan bahkan lebih banyak kalsium sampai 1.500 mg per hari untuk Anda yang berumur diatas 65 tahun.

2. Suplemen kalsium
Dianjurkan bagi mereka yang tidak kuat dengan laktosa dan bagi mereka yang tidak rutin mengkonsumsi tiga atau lebih makanan yang mengandung kalsium sehari-hari.

3. Cukup vitamin D
Yang dibutuhkan untuk membantu menyimpan kalsium dalam tulang. kebutuhan ini dapat tercukupi dari minum susu. Vitamin D yang murah dan gratis adalah sinar matahari, karena tubuh membuat vitamin D ketika sinar ultra violet menyentuh kulit.

4. Kurangi kafein, alkohol, protein dan sodium
Mereka dicurigai pemicu meningkatnya risiko osteoporosis karena ini dapat meningkatkan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh. Untuk pengurangan protein, diskusikan dengan dokter Anda.

5. Susu rendah lemak/non lemak
Mereka dalah sumber terbaik kalsium. Meskipun makanan lain juga mengandung kalsium, mereka tidak diserap dengan baik oleh tubuh. Jika Anda ingin mengganti produk susu dengan produk kedelai, perhatikan apakah produk kedelai dilengkapi dengan kalsium. sumber(astaga.com)