album ke sembilan di usia ke dua belas
Wednesday, March 29th, 200623 Mar 2006 3:58pm -
22 Maret 2006 GIGI
tepat memasuki angka 12 tahun. Sebuah perjalanan yang panjang bagi
sebuah band yang pernah mengalami pasang surut di Industri musik.
Bagaimana mereka mulai tumbuh, menjadi besar, mengalami konflik
internal yang berujung pada pergantian personil, mengalami masa-masa
saat menjadi rock star, hingga matang dalam kedewasaan.
Tepat di usia 12 tahun, mereka merilis album baru sebagai bingkisan khusus untuk para GIGIKITA (sebutan buat para penggemar GIGI). Album bertajuk NEXT CHAPTER,
mengemas 11 tembang yang dibesut dalam konsep musik yang easy listening
dalam bangun harmoni minimalis. Suatu kejutan bagi para penikmat musik
GIGI manakala mereka biasanya mendapati musik GIGI yang kental dengan
eksplorasi sound rock kini ditampilkan lebih rileks dan seperti ajakan
‘ayo kita menikmati musik tanpa harus berpikir.’
Apakah GIGI memang berniat meninggalkan pakem musik yang selama ini teguh mereka pegang?
Baik Armand Maulana (vocal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bass), dan Gusti Hendy (drum),
sepakat mengakui memang album terbaru ini lain daripada album-album
sebelumnya. Menurut mereka proses pembuatan materi album ini
benar-benar dikerjakan dalam suasana yang santai dan rentang waktu yang
cukup panjang. Mulai digarap sebelum dirilisnya album Raihlah
Kemenangan Repackage, kemudian sempat break karena tur ke Amerika,
hingga digarap secara intens pada sebulan terakhir sebelum dirilis.
Suasana yang santai berpengaruh pada proses kreatifnya, sehingga tak ayal membuahkan karya yang terkesan lebih rileks.
“Kita
tidak mematok lagu ini musti begini atau begitu, tapi begitu diolah di
studio hasilnya memang punya rasa yang sama yaitu mood yang santai,
“jelas Budjana.
Thomas juga sependapat. Menurut pembetot
bass ini beberapa lagu dasar memang upbeat dan nge-rock, tetapi begitu
digarap lagi, ujung-ujungnya beatnya medium.
Apapun hasilnya, yang pasti album ini adalah murni pe
nc
apaian
GIGI saat ini yang apa adanya. Walaupun album ini kesannya santai,
proses penggarapannya tetap sesuai prosedur GIGI. Hasilnya, baik sound
maupun aransemen tetap terjaga kerapihannya. Bahkan keselarasan rhythm
section-nya pun lebih mantap di album ini. Menurut Thomas, baik dirinya
maupun Hendy sebagai pemegang rhythm sangat komunikatif. Proses
‘pacaran’ yang dimulai sejak masuknya Hendy di album OST. Brownies
telah sampai pada tahap mengerti satu sama lain. Hasilnya, saat
penggarapan album pun relatif mudah dan ‘hidup.’
DARI TEMA CINTA HINGGA SOSIAL
Tema cinta tetap kental di album ini, yang diungkapkan secara lugas dan apa adanya. Misalnya dalam lagu Kepastian Yang Kutunggu,
yang menjadi hit unggulan, bertutur tentang kegundahan seseorang yang
sedang menunggu kepastian cinta. Selain itu adalah tema sosial, yaitu
kepedulian GIGI akan nasib bangsa yang diungkapkan dalam dua lagu yaitu
Indonesia
dan Satu.
MAKNA 12 TAHUN
Bagi
GIGI memaknai angka 12 tahun tidaklah muluk. Bagi mereka masih bisa
tetap bermain musik, tetap dalam satu visi dan energi yang sama, adalah
pe
nc
apaian yang luar biasa.
dikutip dari gigionline.com

