Untukmu Teman
Thursday, December 22nd, 2005Assalamu’alaikum wr
wb
Bismillahirrohmanirrohim
Kadang kita selalu berharap
bahwa teman kita akan selalu ada di sisi
kita
saat dibutuhkan. Namun,
apakah kita juga selalu berada di sisinya saat
ia
membutuhkan
kita..atau kita terlalu banyak menuntut.?
Kadang kita selalu
berharap bahwa teman kita akan selalu sedia
memberikan
bantuannya saat
kita membutuhkannya. Namun, apakah saat dia memerlukan
kita,
kita
selalu siap sedia pula membantunya.ataukah kita terlalu sibuk
dengan
urusan kita sendiri..?
Kadang kita selalu
berharap bahwa teman kita akan selalu menyambut kita
dengan hangat. Namun,
apakah saat dia ingin berjumpa dengan kita, kita
selalu memberikan sebuah
senyuman hangat ..walaupun mendung sedang
menyelubungi.ataukah kita terlalu
bermimpi.?
Kadang kita selalu berharap bahwa teman kita tidak
akan menyakiti kita.
Namun, apakah secara sadar atau tidak sadar kita pun
tidak pernah
menyakitinya.bukahkah manusia tidak akan pernah lepas dari
salah.ataukah
kita yang terlalu sering
menyakiti.?
Kadang kita selalu berharap bahwa teman kita akan
jadi pendengar dan
pemberi
solusi yang baik bagi kita. Namun, apakah
kita sudah jadi pendengar dan
pemberi solusi yang baik pula baginya.ataukah
teman kita terlalu banyak
memberi sedang kita tak pernah
membalas.
Kadang kekecewaan demi kekecewaan akan terus
menghampiri kita pada
sebuah
kata bernama "pertemanan". Namun, apakah
kita terlalu egois untuk
selalu
menyalahkan teman kita. Saat kita
membutuhkan.dan ia malah pergi
menghilang.
Saat kita ingin curhat ..dan
ia malah sibuk dengan masalahnya sendiri.
Saat
kita ingin kebersamaan.
dan ia malah menghindar. Saat kita ingin ada
seseorang yang memberi
dorongan. dan ia malah menyalahkan. Saat kita
ingin
dia datang tepat
waktu.. dan ia malah terlambat satu jam. Apakah kita
akan
selalu
menyalahkannya dan menumpuk ribuan kekecewaan padanya.?
Kita
tidak akan pernah bisa untuk menuntut dan menuntut dari seorang
teman,
sebaik apapun dia. Ada kalanya mungkin kita harus mengerti bahwa
dia
punya
kehidupan sendiri, dia punya masalah sendiri, dia punya
suasana hati
sendiri
yang kita diperkenankan untuk larut di dalamnya
ataupun dia ingin
menikmatinya sendiri. Dia mempunyai alasan-alasan sendiri
untuk
melakukan
sesuatu yang kadang dia ingin menjelaskannya pada kita
ataupun ia ingin
merahasiakan alasan itu.
Apakah kekecewaan
demi kekecewaan itu akan terus kita bawa dan lama
terpuruk
hingga
timbul kemarahan yang berlangsung lama dan dunia pun
berhari-hari
seakan suram. Ataukah kita akan berlarut dalam kesedihan
dan airmata
yang
tiada berpenghujung hingga kehidupan seakan tidak
menyenangkan. Apakah
kepedihan itu akan terus menghujam hingga hati akan
terus tertekan.
Bukankah matahari menyapa kita hangat pagi hari
ini dan bunga pun
tersenyum
berseri pada kita. Bukankah angin membelai
kita lembut pagi ini dan
alam pun
syahdu berdzikir pada-Nya. Bukankah
kicau burung memanggil kita merdu
pagi
ini dan Ia-pun memberikan satu
kesempatan pada kita untuk berkarya satu
hari
lagi..
Walaupun
kekecewaan dan kemarahan sehari lalu menyelimuti
kita..biarkanlah
ia
larut bersama cahya hangat surya dan lebur bersama syahdu alam.
Kekecewaan
dan kemarahan tidak akan bisa hilang dalam sekejab dari hati
dan
tidak
akan terhapus dari ingatan tapi dengan sejenak menikmati alam
dan
melupakan, dengan sepenuh hati mengingat kebaikan demi kebaikan
ataupun
kebahagiaan demi kebahagiaan dengan teman-teman kita..satu persatu
ia
akan
larut dan lebur bersama sebuah kata yaitu
"kemaafan"
Wassalam