Archive for February, 2005

Kukul….

Thursday, February 17th, 2005

Bismillah…
Minggu ini, dari hari minggu yang lalu hingga Kamis ini, begadang melulu…
yang ngerjain tugas kuliah, yang nyoba blajar-blajar Java, waduh munyeng…

sangking turune sering bengi2,,ngantuk isuk e nang kantor..plus nggak nyongko..
waduh panas pipi tengenku onok KUKUL…hiiiiiiiiiiiii siji meneh…

Sampe kantor beberap hari ini delek arek22…
mbah2… wesssssssss.

pengenne nambah tapi sek males nulis…

wes yo…
Wassalam

VALENTINE DAY : Budaya Kufur

Sunday, February 13th, 2005
Marilah kita cermati, fenomena di dunia ini dengan suatu kebenaran. Jika kita nggak coba mengerti, maka celakalah kita semua.

Remaja Islam dikepung Velentine Day

Pernah jalan-jalan di Mal, Toko buku-toko buku, pas bulan Februari ini coba deh kamu jalan-jalan ke mal-mal, toko buku-toko buku, coba perhatikan di sekeliling anda, diatap-atap or langit-langit terpampang gambar warna merah jambu, ada yg berbentuk dua buah hati jambu, kayaknya sih meriah banget…apalagi pas kamu kamu sedang bersama doi, wuih kelihatan romantis tis..tis..tis…(yg ini pasti perasaan kamu).

Memangnya, ada apa dengan bulan Februari sih, kok banyak terpampang gambar hati merah jambu?, Di antara meriahnya warna merah jambu terpampang tulisan besar-besar “Happy Valentine Day”, di TV dan Radio, majalah maupun Koran pun seolah tidak ingin ketinggalan menampilkan iklan Hari Valentine, memanfaatkan isu valentine day dengan menyelenggarakan acara-acara wah, apalagi hal ini juga dimeriahkan dengan remaja putra-putri yang sedang asyik gaul. Ya itulah…hari valentine, or hari dimana kita berkasih sayang, dulu pas SMA sih Cuma denger aja apa hari valentine day itu, tapi waktu itu nggak tahu apa sih sebenarnya valentine day, apa lagi ikut merayakannya…

Pemandangan perayaan valentine day agaknya tidak lah telalu asing di Kota kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dll. Dimana Remaja putra dan putri, cewek cowok, walaupun masih SMP kelas I sudah kenal yang namanya budaya setan ini, mereka biasanya menghabiskan perayaan ini dengan mengadakan lomba saling merayu antara lawan jenis, saling memberikan bunga, permen kepada pacarnya, ngadain pesta musik tdk peduli disitu terjadi percampuran pria dan wanita non-mahram, disertai dengan minuman keras, sampek ajang buka-bukaan baju, membuang-buang uang ortunya sekena perutnya, bahkan acara ini dijadikan justifikasi para cowok dan cewek untuk mengekspresikan hawa nafsunya kepada lawan jenis, misalnya mencium pipi, memegang tangan, sampai adegan syetan, nauudzu billahi min dzaliki. Lucunya perayaan ini pun rupanya tdk dimonopoli oleh anak muda, para bapak-bapak dan Ibu-ibu, tante-tante pun tidak ketinggalan ‘bertaklid’ merayakan budaya sampah ini, seolah-oleh bertameng merayakan hari kasih sayang, mereka menjustifikasi hal ini dengan merayakan bersama-sama dengan lawan jenisnya, saling membagikan bunga, berpesta bahkan mencontoh seperti apa yg dilakukan “anak-anaknya”.

Yang miris yaitu, aktivitas ini telah menjarah remaja islam, remaja yang diwanti-wanti oleh Kanjeng Nabi Muhammad saw, untuk tidak taqlid kepada cara hidup orang kafir. Untuk selalu mengikatkan perilakunya agar merujuk pada islam, menjadikan halal haram sebagai patokan dalam seluruh perbuatannya, malah larut dalam perayaan jahiliah ini dengan meninggalkan akidah islam.

Lalu Mengapa sih remaja islam terprovokasi acara bejat ini?, bagaimana pula asal-usul Valentine day?, dan bagaimana Pandangan Islam terhadap perayaan valentine day, serta sikap yang harus kita ambil seperti apa?, berikut ini jawaban pertanyaan diatas.

Asal-Usul Valentine Day

Valentine Day biasa dirayakan tiap tanggal 14 Februari, Mengapa sampai ada valentine day ?, Setidak-tidaknya ada beberapa legenda diantaranya; adalah Kerajaan Romawi, yang dipimpin Kaisar Claudius II sekitar Abad III masehi, pada saat itu Kerajaan Romawi sering terlibat dalam kampanye perang berdarah-darah dengan kerajaan lain. Saat itu banyak orang laki-laki yang enggap bergabung dengan kesatuan militer yang dia kerahkan, alasannya adalah bahwa mereka lebih mencintai istri dan keluarganya dan tdk mau meninggalkan mereka untuk berperang apalagi perang yg memakan berbulan-bulan, bahkan tahunan. Kaisar yang kejam tersebut mencari jalan dengan melarang perkawinan dan tidak mengijinkan perkawinan para pemuda, diharapkan pemuda tersebut menjadi prajurit/tentara dlm kesatuan militer, menurut Kaisar prajurit yang bagus itu pemuda yg tidak menikah.

Melihat bentuk ketidakadilan, kesewenang-wenangan Penguasa Romawi tersebut, Seorang pemuda yg bernama Valentinos atau orang yg bernama Valentine mempertahankan percintaannya diwilayah kekuasaan Kaisar II, bahkan dia melaksanakan perkawinannya dengan sembunyi-sembunyi kendati Sang Kaisar melarang hal ini. Akhirnya berita tentang perkawinannya tercium juga oleh Sang Kaisar, Seketika itu Ia menangkap dan memenjarakan Valentine hingga ia meninggal tanggal 14 Pebruari 270 Masehi.
Beberapa ratus tahun kemudian acara Valentine Day berkembang pesat seperti yg kita kenal dewasa ini, pada waktu itu Agama Kristen lagi pesat-pesatnya berkembang di Eropa.

Sedangkan legenda yang lain menyatakan bahwa Ketika Valentine dipenjara di Romawi, Ia tertarik dengan seorang gadis dan jatuh cinta kepadanya, gadis yang pernah mengunjunginya selama masa penahananya, dimana gadis itu sendiri saudara dari orang yg memenjarakan Valentine. Diduga Ia menulisi surat kepada gadis tersebut dan menandatanganinya “from your valentine”. Paus Gelasius kemudian mendeklarasikan tanggal 14 Pebruari sebagai Valentine Day sekitar abad 498 M.Demikianlah beberapa legenda seputar valentine day, namun yang jelas bahwa masih terjadi kesamaran, dan bias seputar valentine day dan legenda versi lain mengatakan bahwa valentine merupakan figur yang simpatik dan romantis dan heroik.

Itulah sedikit tentang asal-usul hari valentine day dimana kemunculannya dari Kerajaan Romawi, kendati berdasarkan ceritanya hanya seorang pemuda yg memberikan surat cinta kepada seorang gadis namun sekarang tradisi merayakan valentine day telah berubah, valentine day dirayakan dengan berbagai kemaksiatan, pelanggaran hukum syara’, dan diisi berbagai aktivitas menghambur-hamburkan uang. Sangat jelas aktivitas yang sangat bertentangan dengan hukum syara’ ini patut dijelaskan kepada umat islam, sehingga mereka memahami keharaman perayaan valentine day ini, meninggalkannya.

Pandangan Islam terhadap Perayaan Valentine Day

Telah dijelaskan diatas mengenai aktivitas para remaja yang ikut-ikutan merayakan valentine day dengan membabi buta, disertai dengan aktivitas campur baur antara lawan jenis, dan perbuatan maksiat lain, lalu bagaimana sebenarnya hukum ikut merayakan valentine itu, berikut akan saya paparkan.
Islam adalah akidah dan syariah, didalamnya mengatur seluruh kehidupan manusia tidak ada satupun kehidupan yang tidak diatur oleh islam, setiap muslim wajib mengikatkan seluruh perbuatannya dengan hukum syara’, diharamkan ia melakukan perbuatan tanpa mengetahui status hukumnya, sebagaimana kaedah fikih, mengatakan “al aslu fi al af’al ataqiyudu li al hukmi syar’i yang artinya “Asal (pokok/hukum) perbuatan itu terikat dengan hukum-hukum syara”. Allah swt berfirman dalam Quran dalam surah An Nisa : 65 :

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”

Dalam Surah Al Maidah : 49 Allah berfirman :

“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik”.

Jelaslah dari ayat-ayat diatas, setiap muslim wajib mengikatkan seluruh perbuatannya dengan apa yang Allah turunkan Al Quran dan As Sunnah, dan dilarang keras kita mengambil hukum selain dari hal tersebut. Tidak dijadikan akidah islam sebagai ikatan pemutus seluruh perbuatan manusia dewasa ini merupakan faktor kenapa banyak remaja sekarang terperosok dalam perbuatan haram, disamping itu ketidakpahaman mereka terhadap hal tersebut, dan budaya ikut-ikutan memainkan peranan ini.

‘Berkasih-sayang’ versi ‘Valentine’an ini, haruslah diketahui terlebih dahulu hukumnya, lalu diputuskan apakah akan dilaksanakan atau ditinggalkan. Dengan melihat dan memahami asal-usul serta fakta pelaksanaan Valentine’s Day, sebenarnya perayaan ini tidak ada sangkut pautnya sedikitpun dengan corak hidup seorang Muslim. Tradisi tanpa dasar ini lahir dan berkembang dari segolongan manusia (kaum/bangsa) yang hidup dengan corak yang sangat jauh berbeza dengan corak hidup berdasarkan syariat Islam yang agung. Jika kita fahami nas-nas syara’ dengan lebih mendalam, akan kita dapati aturan yang tegas terhadap masalah ini, antara lain firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawaban (TTQ Al Isra’ : 36)”
Disini sangat jelas Valentine day adalah budaya orang kafir, yang nyata-nyata kita dilarang untuk mengambilnya, dalam hal ini kita dilarang menyerupai budaya yang lahir dari peradaban kaum kafir, yg jelas-jelas bertentangan dengan akidah islam, sementara yang boleh diambil dari semua orang(termasuk kafir) adalah dalam masalah terknologi, budaya yang tdk lahir dari pandangan hidup mereka; seperti bahasa asing, menanam padi yang baik, membuat pesawat terbang, komputer, sepeda motor, mobil dll bahkan kita dituntut untuk mendalami hal ini.
Hali ini diperkuat dengan hadist Rasulullah saw
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari golongan mereka"( HR Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar).
"Tidak termasuk golongan ku orang-orang yang menyerupai selain golongan umat ku (umat Islam)" (HR Tirmidzi dari Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari datuknya).

Maka sangat jelas kita tidak diperbolehkan “tashabuh”, menyerupai, meniru-niru cara hidup orang kafir yang lahir dari pandangan hidupnya, sudah seharusnya kita tinggalkan semua budaya kufur tersebut jauh-jauh.
Aktivitas muda-mudi ketika merayakan valentine juga banyak yg melanggar syara’, mereka melakukan kadang dengan berduaan/khalwat, antara lawan jenis, saling berciuman, berpegangan tangan, kadang dilakukan dengan ramai-ramai campur baur laki dan wanita non mahram, disertai dengan alunan musik, saling merayu. Padahal sudah sangat jelas bahwa hukum asal kaum wanita dan laki-laki adalah terpisah sebelum ada dalil/keperluan syar’i yang menuntut bertemunya keduanya misalnya berdagang, bekerja, beribadah, haji, sholat, menikah dll. Itupun mereka harus memperhatikan syarat-syarat pergaulan / akhlak wanita berhubungan dengan laki-laki, menutup aurat dengan menegenakan kerudung dan jilbab, tidak berdandan berlebihan, dll. Nabi sendiri mengatakan bahwa,”barangsiapa melakukan amal yang tiada didasari perintahku (Quran dan Sunnah), maka amal perbuatannya tertolak (HR. Ahmad). Sungguh ikut merayakan hari valentine adalah tindakan tercela, dan haram bagi kaum muslimin untuk merayakan, Valentine sendiri akar kemunculannya dari orang kafir, barat, apalagi kemunculannya berasal dari budaya lokal, maka sudah sepatutnya kaum muslimin meninggalkan hal tersebut.

Menentukan Sikap
Sungguh sangat jelas sikap yang harus diambil oleh kaum muslimin, bahwa merayakan valentine berarti meniru adat/budaya kufur kaum lain, padahal kita dilarang untuk mengekor, mengambil cara hidup yg lahir dari akidah selain islam, seperti valentine day, juga pemahaman hak asasi manusia, demokrasi, dialog antar agama, kapitalisme, sosialisme. Sudah cukup kita hanya mengambil pandangan hidup yang terlahir dari akidah islam karena sudah jelas bahwa islam adalah agama yang sempurna sebagiamna diterangkan Allah swt dalam Qur’an surah Al – Maidah : 3, ]

…….Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu……

Begitu pula Allah swt menyuruh umatnya untuk mengikuti standar halal-haram, menjadikan Muhammad Rasulullah sebagai panutan, mengambila apa yang dicontohkannya dan meninggalkan dari perkara yang dilarangnya, sebagimana firman Allah dalam surah al Hasyr :7

“. Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. “

Maka apalagi yang kita tunggu selain meninggalkan bentuk pengekoran acara valentine day itu, marilah serkarang kita mulai meninggalkan sesuatu yang memang wajib diingkari, dan memulai untuk berusaha menerapkan ajaran-ajaran islam, memilih-milih mana perkara yg tdk bertentangan dengan islam kita ambil, sementara perkara yg bertentangan dengan islam kita tolak dan tinggalkan.

Hendaknyalah kita renungkan perkataan sosiolog Ibnu Khaldun yang menyatakan

"Yang kalah cenderung mengekor yang menang, dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk di sini adalah mengikuti adat istiadat mereka ……..". Hal itu selaras dengan apa yang telah di sabdakan Nabi :

"Tidak akan kiamat sebelum umatku mengikuti apa-apa yang dilakukan bangsa-bangsa terdahulu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta". ………….. Diantara para sahabat ada yang bertanya "Ya, Rasululah apakah yang dimaksud (di sini) adalah bangsa-bangsa Yahudi dan Nasrani ?" Rasulullah menjawab "Siapa lagi (kalau bukan mereka) (HR. Bukhori)

Akhirnya tinggalkan budaya kufur yang mengumbar hawa nafsu kesenangan duniawi itu, budaya menyesatkan yang dijadikan senjata orang-orang kafir untuk mengekspor peradabannya kepada kaum muslimin, sehingga tercapai target yang diinginkan orang-orang kafir yang memang sangat membenci Islam dan umatnya. Orang-orang kafir ini tidak akan segan-segan mengeluarkan umat islam dari akidah yg dipegangnya yakni akidah islam dan selanjutnya mengikuti akidah jahiliah, sekulerisme kapitalisme.
Maka itu wahai saudaraku-saudaraku renungkanlah, Allah swt berfirman dalam surah al Baqarah :120

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”(al Baqarah :120)

Wa Allahu a’lam

Dikutip dari : www.hidayatullah.com
Valentine Day : Budaya Kufur
Tanggal: Jumat, 14 Pebruari 2003
Topik: Opini

Haji Wada‘ (Perpisahan)

Friday, February 11th, 2005
logdAda awal, pasti ada akhir, dalam Asmaul Husna, Allah memiliki yang menguasai awal dan akhir. Rosul pun mengalami hal yang demikian, dia pernah merasakan dimana ada awal, dan dimana ada akhir, seperti Haji terakhir yang pernah ia laksanakan bersaman umatnya ketika pada tahun 10 H.
Haji Wada‘ terjadi pada tahun 10 H. Dinamakan demikian karena Nabi saw. berpulang ke rahmat Allah tidak lama setelah itu. Sepulangnya dari perang Tabuk Nabi Muhammad menunjuk Abu Bakar al-Shiddiq ra. untuk menjadi Amir Haji, sedang beliau sendiri sibuk menerima para utusan dari bangsa Arab yang datang dari seluruh penjuru anak pulau Arab. Semua utusan itu menyatakan janji setia dan keislaman mereka. Sekembalinya ke kampung halaman mereka tiap delegasi diberi seorang sahabat guna mengajarkan urusan agama.
Setelah yakin akan menyebarnya Islam di seluruh negeri Arab, bahkan daerah sekitarnya, Nabi berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji dan mengajarkan ritualnya kepada kaum Muslimin, serta menyampaikan pesan-pesan kebaikan, pokok dan tujuan agama yang beliau rangkum dalam pidatonya.
Beliau kemudian bertolak dari Madinah pada tahun 10 H dan mulai berihram dari Dzu al-Hulaifah. Bersama beliau lebih dari 100.000 kaum Muslimin. Pemandangan menjadi indah, semarak, dan pantas diberi hormat oleh sejarah. Seolah-olah sejarah mengatakan, “Inilah orang yang memulai seruannya dengan sendirian, dan bangsa Arab yang sebelumnya menghalangi dengan segala macam cara yang mereka punyai, berjalan bersama dengan penuh tawaddu’, dan cinta kasih di bawah komandonya.”
Setelah berihram Nabi menyampaikan pidato di hadapan mereka itu, tentang nasihat, dan tata cara ritual ibadah haji, beliau mengatakan, “Contohlah aku dalam melakukan ritual (manasik) haji kalian!”

Madinah

Friday, February 11th, 2005

Madinah Kota Suci ke dua dan ibu kota negara Islam pertama. Di dalamnya terletak Mesjid Nabi dan makam Rasul saw. Madinah terletak di kawasan Hijaz; 24°28´ lintang utara, dan 39°36´ bujur timur. Sebelum Islam, Madinah dinamakan Yatsrib yang diambil dari Yatsrib bin Qa’id bin ‘Abil, seorang Arab dari keluarga ‘Amaliqah yang menguasai daerah Bahrain, Hijaz, dan Mesir. Selain itu Madinah masih mempunyai beberapa nama lagi, yaitu: Thibah, Thabah, Al-‘Adzra’, Al-Qashimah, Darul Hijrah. Madinah mempunyai posisi setrategis. Dulu kafilah-kafilah dagang dari Yaman dan Suriah singgah di situ dan banyak membawa berkah. Bangsa Yahudi melakukan imigrasi ke Madinah karena lari dari penindasan Romawi dan Babilonia. Suku Bani Quraizhah, Bani Nadlir dan Bani Qainuqa‘ adalah suku-suku Yahudi pertama yang berpindah ke Madinah. Setelah itu datang suku Aus dan Khazraj, dua suku Arab keturunan Qahthan. Mereka datang dari Saba’, negeri Yaman sebelum peristiwa banjir Al-‘Aram dan runtuhnya bendungan Ma’rib. Setelah Rasul hijrah, pertikaian antara suku karena adu domba bangsa Yahudi berakhir. Rasul mempersaudarakan Aus dan Khazraj (yang kemudian dikenal dengan Anshar) dengan kaum Muhajirin dan mengadakan perjanjian damai dengan masyarakat Yahudi. Kegiatan yang pertama dilakukan oleh Rasul sesampainya di Madinah adalah membangun Mesjid. Madinah pun memegang peranan penting dalam sejarah Islam. Ibu kota negara, pusat pemerintahan dan militer. Setelah Nabi wafat, selama pemerintahan tiga khalifah pertama Madinah tetap menjadi ibu kota negara. Baru berpindah ke Kufah pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib, pada pertengahan tahun 36 H. Lalu berpindah lagi pada masa kekuasaan Muawiyah ke Damaskus. Namun selama itu, posisi keagamaan Madinah tidak berubah. Madinah banyak melahirkan ulama besar. Yang terpenting adalah Imam Malik —imam Darul Hijrah— dan tujuh ahli fikih Madinah, yaitu: Said bin Musayyib, Urwah bin Zubair, Qasim bin Muhammad, Abu Bakr bin Abdur Rahman dan Kharijah bin Zaid bin Yasar. Juga terkenal dengan pembaca Alquran, yaitu Imam Nafi‘. Di Madinah terdapat mesjid Nabi, mesjid Quba, gunung Uhud, makam syuhada Uhud, Baqi dan mesjid Miqat di Zul Hulaifah. Mesjid Nabi mengalami banyak pembangunan dan rehabilitasi, yang terbesar adalah yang dilakukan oleh pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz, Pelayan Dua Tanah Suci, hingga menampung lebih dari satu juta jamaah. sumber: Al-Islam.com

Met Tahun Baru Islam - 1 Muharam 1426 H

Thursday, February 10th, 2005
Assalamualaikum,
Selamat tahun baru islam, 1 Muharam 1426 H, semoga hidup kita dari ke hari semakin baik, gemar menjalankan perintahNya dan selalu menjauhi laranganNya….amin.
1 Muharam merupakan momentum dimana Nabi besar Muhammad SAW hijrah dari kota Mekah ke Madinah guna menghindar dari serangan-serangan kaum kafir quraisy.
Kepindahan Rosul sebenarnya bukan karena tekanan, tapi keberhasilan semakin bertambahnya umat islam waktu itu. Suatu ketika, sewaktu hendak mendapatkan serangan dari kaum kafir, Allah turut membantu beliau dengan meminta meniupkan debu yang ada di tangan Rosul, sehingga para kaum kafir terlelap tidur, dan Rosul pun selamat dari serangan.
Ada dua kelompok yang ikut andil pada kepindahan Rosul kali ini, yang pertama adalah kaum Muhajirin dan yang kedua adalah kaum Anshor. — moga-moga yang aku ketahui ada manfaatnya, amin.
============== :::===================
Dari Sahal bin Saad r.a. ia mengatakan,
"Janganlah kalian menghitung penanggalan dari awal dibangkitkan dan hari wafatnya Nabi saw. Jangan kalian memulai penanggalan kecuali dari hari sampainya Nabi ke kota Madinah."
(H.R. Bukhari)
——————————————————————————–
Mutiara hadis:
Urgensi hijrah Nabi saw. dan menganggapnya menjadi awal penanggalan tahun hijrah.
Ayat hari ini :
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
Ya Allah! Yang menurunkan Kitab Suci Alquran dan pengaudit yang sangat cepat. Ya Allah! Kalahkanlah para sekutu (musuh). Ya Allah! Kalahkan dan guncangkanlah mereka. (Hadis riwayat Bikhari dan Muslim)
Seputar doa ini:
1. Dibaca ketika ditimpa bencana atau kesusahan.
2. Lari kepada Allah dengan doa harus didahului dengan meninggalkan perbuatan maksiat dan bertobat yang benar

Maen ke Jatipadang…ke kontrakannya anak-anak Indosat M2

Saturday, February 5th, 2005
Sabtu, kemarin, seperti biasanya, pagi2 berangkat ke Monas untuk menjalani aktivitas mingguan, berolahraga pagi (bermain futsal) dengan beberapa alumni, baik kakak kelas maupun adik kelas.
Rame juga sich, daripada minggu sebelumnya. Sekitar pukul 9.30,  aku sama anak-anak yang lainnya, pulang dari Monas. Kebetulan, aku hanya berempat berlima, bersama Asep +adiknya, Ipunk dan temennya.
Tapi, hanya asep dan aku yang akhirnya jalan kaki menuju kebon sirih. Sisanya naik Motor. Sampai di kebon sirih, aku ma asep mampir sebentar di tempat maemnya bu lik.
Rencanaya, abis itu mau pergi ke tempat udangan bersama Dwi (temen satu kos) dan temen-temen lainnya, berangkat bareng dari Gedung BDN. Ech, tak tauhnya, baru aja maem, anak-anak pada udah berangkat, ditinggalalllllllllllllllllllllllllllllll…..
Ya udah, terpaksa dech, enggak melu. Abis maem, sambil ngobrol sama Sasmito, Eric, akhirnya aku dapat tawaran ngikut sama Asep. Ya udah, setelah berpikir daripada di rumah sendiri, ngikut ajah.
Uwih…..di Jatipadang, sampai sekitar pukul 13.00, abis sholat dhuhur, sambis tiduran ngobrol sama khutut (raditya nugroho). Sore harinya, kebetulan beberapa anak-anak yang masuk kantor sudah pulang.
Dari situlah, aku sama Hery Susanto, Farid Rahman dan Asep akhirnya main-main ke Blok-M. Target utama sech nganterin Hery (gemblung beli sepatu sama asep beli beberapa kebutuhan pribadi). Namun, ech kepingin, akhirnya aku juga beli kemeja satu.
Capek, itu mungkin hal yang wajar, tapi seneng. Cuman, anak-anak kayak kurang ajar, luwe2 kok pada maem, semua pada beralasan sudah maem. Wuahhhhhh,,,,luwe dewe ngempet, sampai di jatipadang lagi sekitar pukul 9 malem.
Dan akhirnya aku maem juga di warung deket jalan menuju Kebon Binatang Ragunan, sama Lele goreng + ……..seneng…..
belum selesai sich…cuman lagi males ach…