Blog Pindah
June 13th, 2009 by agustriSudah lama ndak ngetik disini,
blog saya pindah ya ke sini
http://agustriku.wordpress.com
Sudah lama ndak ngetik disini,
blog saya pindah ya ke sini
http://agustriku.wordpress.com
Saatnya istirahat dalam pemuasan nafsu duniawi Saatnya membersihkan jiwa yang berjelaga Saatnya mensyukuri indahnya kemurahanNya Saatnya memahami makna pensucian diri bersama kita leburkan kekhilafan, dengan shaum mempertemukan kita dengan Keagungan Lailatul Qadar dan kita semua menjadi pilihanNya untuk dikabulkan do’a - do’a dan kembali menjadi fitrah , Minal aidzin Walfaidzin, Mohon maaf Lahir Batin”
-agustri-
copy mynerazuri
Oleh Abdul Rozak
Nak, menangislah,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu. Bahwa
Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan. Dan tadarus quranmu tak juga
beranjak pada juz empat.jika itu adalah ungkapan penyesalanmu. jika itu
merupakan awal tekadmu untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lailmu
yang centang perenang (ah, pasti kamu masih ingat obrolan tadi siang
ketika dengan senyum manisnya teman ruanganmu berucap, "alhamdulillah
tarawihku belum bolong. " dan kamu merasa ada malaikat yang menjauh
darimu dan pindah padanya. Kamu merasa sendiri, terasing.)
Menangislah,
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa ada satu
hamba Allah yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena. Yang katanya
berdoa sejak dua bulan sebelum ramadhan, yang katanya berlatih puasa
semenjak rajab, yang katanya rajin mengikuti taklim tarhib ramadhan,
tapi…, tapi sampai puasa hari ke tiga belas masih juga menggunjingkan
kekhilafan teman ruanganmu, masih juga tak bisa menahan ucapan dari
kesia-siaan, tak juga menambah ibadah sunnah… Bahkan hampir terlewat
menunaikan yang wajib.
Menangislah, lebih keras…
Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, apakah
kamu masih disertakan, sedangkan Ramadhan sekarang cuma tersisa
beberapa belas. Tak ada yang dapat menjamin usiamu sampai untuk
Ramadhan besok, sedang Ramadhan ini tersia-siakan. Menangislah untuk
Ramadhan yang kan hilang, bersama nostalgia yang terus tumbuh bersama
usiamu. Setengah sadar menatap hidangan saat sahur, kolak-es buah yang
tersaji saat berbuka, menyusuri gang sempit saat tadarus keliling,
petasan dan kembang api yang disulut usai subuh. Ramadhan yang selalu
membuka ingatan masa kecilmu dan terus terulang mengisi tahun-tahun
kedewasaan…
Menangislah,
Untuk dosa-dosa yang belum juga diampuni, tapi kamu masih juga
menambahi dengan dosa baru. Berapa kali kamu sholat taubat, tetapi tak
lama kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat? Kamu bilang tak
sengaja? Tapi mengapa berulang dan tak juga kamu mengambil pelajaran?
Syarat taubatan nasuha adalah bertekad tidak mengulanginya lagi dan
bukannya bertobat sambil berucap ‘kalau kejadian lagi, yaa taubat
lagi’…
Menangislah.
Dan tuntaskan semuanya di sini, malam ini. Karena besok waktu akan
bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tahu-tahu sudah sepuluh
hari terakhir dan kamu belum bersiap untuk itikaf. Dan lembar-lembar
quran menunggu untuk dikhatamkan. Dan keping-lembar mata uang menunggu
disalurkan. Dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.
Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali…
sumber:eramuslim.com
Mungkin sudah menjadi kebiasaan tahunan hidup di jakarta, jadi, setiap mau ramadhan, pasti juga disibukkan dengan urusan yang namanya persiapan mudik, maklumlah, rumah jauh disana pesisir ujung timur jawa.
Moga-moga aja, tidak mengurangi rasa khusuk kita menyambut datangnya ramadhan tahun ini. Tiket akhirnya dapet tanggal 7 Oktober, semalam ada temen nginep di stasiun pasar senen ("gile"), thx friends.
Sebenarnya, lagi kangen ama yang namanya nulis.
tapi, sementara istirahat dulu lah,
akhir2 ini badan capek.
see next time.
Akhirnya perhelatan akbar sepakbola se-Asia berakhir juga. Irak, tim yang antah berantah dengan kehidupan dalam negerinya tak diduga sukses menjadi kampiun untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Piala Asia. Pasukan Jorvan Vieira itu menumbangkan tim Dos Anjos 1-0 pada partai puncak yang digelar di stadion utama Gelora Bung Karno seminggu yang lalu.
Banyak catatan penting sebenarnya yang bisa saya gambarkan dari Piala Asia 2007 yang kali ini dituan rumahi oleh empat negara. Namun, saya agak males2 gitu lah. hehehehe. Seadanya aja ya.
Ok, catatan yang pertama tentu sja kesuksesan tim merah putih bermain bak tentara di medan perang. Tim kita bermain tidak seperti biasanya, "biasanya sih loyo". Tapi, kali ini mereka menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia tidak bisa di pandang sebelah mata.
Sukses mengemas tiga poin, tim merah putih menang 2-1 atas Bahrain, kalah dari Arab Saudi 1-2 dan Korsel 0-1 di laga terakhir. Tentu saja, ini adalah hasil positif bagi sepakbola kita di masa mendatang. Yang penting, cara bermain kita sudah ada perubahan penting.
Bahkan, atas hasil tersebut, Presiden FIFA, Blatter yang kemaren hadir di partai final, pun menyatakan rasa salut dan kabarnya bakal membantu pengembangan sepakbola kita. "duit nich…jangan disalahgunakan ya om di pssi."
Selain prestasi itu, kita juga patut bangga atas mental dari suporter kita. Dari tiga laga yang diusung timnas di GBK, suporter kita semua bersatu, memerah-putihkan senayan dengan satu tujuan mendukung negeri tercinta. Suporter pun tampak tak pernah lelah mendengungkan yel-yel, plus gak berbuat onar meskipun ketika tim kita kalah.
Malahan, rasa solidaritas tinggi pun banyak diusung fans kita pada partai final yang mempertemukan Irak dan Arab Saudi. Solidaritas tentu saja banyak diberikan kepada para pemain Irak yang berlaga di final hingga akhirnya meraih gelar.
Kemudian, beberapa catatan yang juga patut dibaca adalah beberapa kejutan tentu saja tercipta pada perhelatan tahun ini. Juara bertahan Jepang, keok di semifinal, Iran, Australia pun yang digadang-gadang bakal mudah melenggang ke partai2 berikutnya, pun juga tersingkir secara mengejutkan.
Kejutan paling menonjol tentu saja permainan Irak yang tak terduga bisa jadi juara. Bahkan, para pemainnya pun banyak diincar oleh klub-klub dari Liga Inggris.
Kita tunggu saja, apakah banyak kejutan di masa yang akan datang, terkhusus di Piala Asia 2011 yang akan digelar di negeri minyak, Qatar. Sampai jumpa di Qatar. Salam Olahraga !.
Link Terkait:
http://pssi-football.com

Usai sudah perjuangan tim merah putih di kancah Piala Asia 2007. Tim asuhan Ivan Kolev itu harus memupus harapan mencetak sejarah untuk lolos ke perempatfinal usai mengakui keunggulan salah satu macan Asia, Korea Selatan 0-1 di laga terakhir tadi malam.
Tidak ada yang pantas dipersalahkan dari kegagalan tim kita. Justru, ini adalah awal dari sebuah perjalanan penting era baru sepakbola kita. Semalam, punggawa merah putih telah berjuang ekstra sekuat tenaga hingga menit akhir pertandingan.
Dukungan sekitar 90ribu suporter termasuk saya yang datang agak telat karena jam pulang kantor pukul 5 sore, plus kehadiran Bapak Presiden dan Ibu Yudhoyono bersama beberapa menteri, pun turut menjadi magic bagi perjuangan Ponaryo Astaman dkk di stadion Gelora Bung Karno.
Meskipun kalah, dari tiga laga timnas, aq rasa permainan tim kita semakin meningkat. Ini adalah modal penting untuk menyongsong turnamen berikutnya seperti Sea Games dan Pra Piala Dunia.
Beberapa hal yang perlu dibenahi pun tak lupa harus diperhatikan di masa mendatang. Hal-hal tersebut banyak yang diutarakan oleh rekan-rekan kalangan media dan teman-teman yang berujar di mailling list dan tempat lain. Bravo Merah Putih !!!
————————————————————————————————
Belajar Menjadi Tuan Rumah Yang Baik
————————————————————————————————
Sempat terbayang pada diri pribadi, akan terjadi kerusuhan usai pertandingan lantaran tim kita kalah. Apalagi, sebelum pertandingan digelar, suporter yang tidak kebagian tiket pun berbuat anarki dengan membakar loket-loket di dekat GBK.

Namun, semua itu ternyata tidak terbukti. Bersyukur memang kita semua. Masyarakat kita pun patut diacungi jempol, datang dari berbagai penjuru negeri, mereka berkumpul hanya untuk satu tekad, mendukung tim merah putih. Kalah menang tidak menjadi masalah, yang terpenting adalah semangat untuk bangsa.
Hal ini sekaligus bukti, bahwa sepakbola telah menjadi wadah persatuan bangsa. Atribut klub yang biasa mengitari stadion ketika antar klub bertanding, sejenak sirna oleh lautan manusia berseragam merah putih.
Dan itupun tampak tadi malam.Meskipun ada yang terharu dan menangis usai pertandingan digelar, termasuk saya hiks …:p. Namun, suporter kita menunjukkan pada dunia bahwa kita sanggup menjadi warga yang baik saat menjadi tuan rumah, saat kalah, saat menang dan menghargai perjuangan yang tak kenal lelah dari tim kita.
Bravo Tanah Airku !!!
Semoga Selalu Jaya !!!
Semoga Korupsi di Negeri Ini Segera Berakhir !!!
Semoga Negeri Ini Semakin Maju, tidak Kalah dengan Negara lain !!!
Acungan jempol patut kita acungkan buat perjuangan tim nasional merah putih
pada laga hari Sabtu malam kemaren. Meskipun akhirnya kalah 1-2 dari Arab Saudi
di penghujung pertandingan, rasanya kebanggaan harus selalu tetap ada di hati
kita. Bayangkan saja,
sepanjang 2 x 45 menit, anak asuh Ivan Kolev tersebut bermain penuh semangat
dan determinasi.
Saya turut terharu pas nonton di stadion kemaren, hiks Indonesia … atau Indonesia ,
:P. Rasa haru saya menjadi-jadi kala kita berhasil mencetak gol melalui Elie
Eboy. Apalagi, teriakan-teriakan dan yel-yel yang mengumandangkan nama …Indonesia
Indonesia
ayo ayo ayo
sore ini kita harus menang… disertai gemuruh genderang dan tepuk tangan terus
bertautan di GBK. Tapi saya jg minta maaf kemaren pada seorang fans yang kepalanya
kena ayunan tangan kananku karena nggak sengaja ya, pas ada gerakan di GBK
mengangkat tangan untuk masuk TV :P.
Sayang, sepanjang pertandingan, menurut
kacamata saya, tim kita banyak mengalami kerugian dari keputusan-keputusan
wasit asal UEA – hehe nyalahin wasit ah :D. Bukti kecil nih, anak kecil yang
duduk di atas saya saja sampai jelek-jelekin wasit, eh diajarin sapa kamu nak, kok wasit botak wasit botak, wasit goblok2….:P
Bahkan, ternyata tidak hanya saya yang
kecewa, Bapak Presiden kita yang menyaksikan langsung di stadion, pun mengungkapkan
rasa kecewanya, tak tanggung-tanggung, kabarnya beliau menulis tulisan semoga
disampaikan ke AFC – ada kop Republik Indonesianya lagi.
AFC terhadap wasit terkesan bisa membuat
Terang aja memang kita banyak yang menilai negatif. Pasalnya, penunjukkan
pertandingan berat sebelah. Apalagi, kalau asal negara dari wasit adalah UEA,
notabene bertetangga dengan Arab Saudi, tentu saja ini memudahkan komunikasi
antara wasit dan pemain Arab – kalau soal wasit saya kembalikan juga
pendapatnya pada temen-temen.
Namun, semuanya sudah terjadi. Itulah
sepakbola, pasti ada kalah,menang ataupun seri. Yang terpenting dari
pertandingan kemaren adalah, nilai plus permainan kita sudah saya anggap naik. Bermain
cepat dan determinasi tinggi, mungkin fisik perlu dibenahi lagi.
Selain itu, semangat kebersamaan tinggi pun
terlihat di stadion yang sempat mengalami mati lampu ketika berlangsungnya
pertandingan antara Arab vs Korsel itu. Ini bukti, bahwa negeri kita adalah
kaya keragaman yang ternyata dapat disatukan oleh sebuah turnamen besar seperti
Piala Asia.
Dan sekarang yang ada adalah, kita berdoa Bahrain – tim
dan berharap timnas kita mampu meraih hasil lebih positif lagi kala jumpa tim
kuat lainnya, Korea Selatan hari Rabu ini di GBK. Apalagi, semalam Korsel ditekuk
yang pernah kita kalahkan di laga pertama. Yuk kita ngeluruk ke Senayan Lagi
!!!. Bravo Timnas.
http://pssi-football.com

Secercah harapan kini menaungi kubu timnas Indonesia untuk meraih hasil positif di dua laga berikutnya usai semalam sukses menumbangkan Bahrain 2-1 pada partai pembuka Grup D, Piala Asia 2007 yang berlangsung di stadion Gelora Bung Karno.
Sukses ini juga menjadi pelipur lara bagi negeri kita yang hingga kini terus mendapatkan bencana di sana-sini– yang terbaru tentu saja meletusnya gunung Gamkonora di daerah Maluku Utara serta banjir yang sempat mendera berbagai daerah di negeri ini.
Negeri kita adalah negeri kaya, orang bilang "gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo". Sayang, itu hanyalah sebuah puitis kata-kata yang kalah oleh waktu, dan kalah oleh kegagalan dalam mengurus bangsa ini.
Ok, kita kembali ke lapangan, sebagai warga negara Indonesia, kita tentu bangga timnas kita bisa menang di partai pembuka grup. Apalagi , ini adalah edisi ketiga tim merah putih turut serta di perhelatan paling akbar negara-negara se-Asia.
Terlepas dari buruknya kinerja panitia, dengan masih banyaknya calon penonton yang nggak kebagian tiket dan nggak bisa masuk plus aksi calo yang mondar-mandir yang mengalikan tiket awal dua sampai tiga kali (daripada nyalo mending jualan atribut timnas seperti kaos, khan lebih halal bung), perjuangan pasukan Ivan Kolev memang patut diacungi dua jempol.
Sempat saya miris di babak pertama lantaran dua pemain tengah sang Kapten Ponaryo Astaman dan Mahyadi Panggabean harus ditarik ke luar lapangan karena cedera, Syamsul Chaerudin dan Eka Ramdani yang menggantikannya ternyata cukup mumpuni menggempur barisan belakang Bahrain yang semalam cukup tangguh.
Apalagi, sorakan para suporter Indonesia yang tak henti-hentinya menyuarakan yel-yel "Indonesia….Indonesia…Indonesia…" turut membuat seisi Gelora Bung Karno menjadi gemuruh. Saya pun serasa merinding waktu itu di stadion, meskipun tidak berada di stadion selama 90 menit, karena harus maghriban.
Timnas unggul melalui dua gol yang diawali oleh gol Budi Sudarsono di awal babak pertama usai menerima umpan Firman Utina dan gol Bambang Pamungkas hasil rebound tendangan keras lagi-lagi Firman Utina dari luar kotak penalti.
Semoga saja, di dua laga kala bertemu Arab Saudi dan Korea Selatan, timnas kita bisa kembali mendulang kemenangan. Tentu saja, yang perlu dipupuk sekarang adalah masalah mental dan kesiapan fisik para pemain. Terus berjuang Ponaryo dkk, kami di belakangmu. Bravo Timnas..!!!
Link terkait:
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/11/time/092528/idnews/803384/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/11/time/020046/idnews/803322/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/11/time/001750/idnews/803321/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/10/time/192201/idnews/803261/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/10/time/225604/idnews/803313/
idkanal/73
http://detiksport.com/boladunia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/10/time/213733/idnews/803309/
idkanal/73
http://pssi-football.com/id/view_news_111082.php?id=977
Gol:
http://www.youtube.com/v/_selzMPFQoI
http://www.footytube.com/2007/07/11/indonesia-2-1-bahrain/
Entah apa yang terjadi dengan negeri ini, tidak di stasiun tidak pula di stadion, ceritanya sama kalau untuk urusan membeli selembar tiket. Ya, kemaren hari minggu, sejak datang jam 9 pagi, aku bersama teman-teman antri untuk mendapatkan tiket untuk partai perdana Indonesia vs Bahrain di Piala Asia selasa nanti– luamanya minta ampun– hingga sekitar pukul 12 siang selesai.
Sebenarnya tidak hanya aku yang mengeluh kemaren, banyak dari pembeli tiket yang antri kemaren juga mengeluhkan pelayanan dari loketing tiket Piala Asia. Bayangkan saja, untuk mengambil saja, harus menunggu sampai berjam-jam.
Apalagi, sistem pengambilan tiket adalah bagian dari lanjutan sistem pemesanan yang sudah aku lakukan bersama teman-teman seminggu sebelumnya.
Untung saja, temen-temen seperjuangan saat mengambil tiket, semuanya sabar-sabar :p. Meskipun, ada yang sempat bilang ”siap jadi tuan rumah nggak sih”, seru salah satu pengantri tiket yang nampaknya sudah kesal waktu itu.
Kalau menurut pandangan saya sendiri, sepertinya hal ini sangat wajar terjadi. La wong, antri tiket kereta api saja bisa bulet-bulet. Apalagi, soal yang seperti itu. Birokrasi yang berbelitkah, atau memang yang seperti iklan itu, hehehe
Terlepas dari itu, kemaren aja banyak banget calo-calo yang sudah berkeliaraan di sekitar stadion utama senayan Gelora Bung Karno. Kok, tidak ada penindakannya ya. Semoga negeri ini tambah maju dan semakin hilang dari manusia-manusia yang serakah.amin.
<–> yang antri dari pagi…sampai siang….cpd.